Kategori: Zona Nonakademik

  • Eksistensi Kopasmuda Ukir Prestasi di LKBB Tingkat SMP Se-Jawa Timur

    Ekstrakurikuler paskibra SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang yang dikenal dengan akronim Kopasmuda, berhasil membawa prestasi yang membanggakan dalam ajang Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB). Meski dengan pengalaman yang terbilang belum panjang, murid yang tergabung dalam Kopasmuda gigih berlatih dan siap berkiprah dalam setiap kompetisi yang ada.

    Kegiatan ini adalah ajang kompetisi LKBB Punokawan Season 1 2025 yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Kembangbahu. Sebanyak 13 murid terbaik Spemdaba yang tergabung dalam Kopasmuda (Komando Paskibra Spemdaba) berdiri tegap dalam barisan kebanggaan sekolah. Mereka adalah:

    1. Adinda Anjelina Okfafia
    2. Mawlana Jalaluddin Rumi
    3. Rheza Pramudya Egi Ramadhan
    4. Muhammad Jibran Alfath
    5. Miftahul Jannah
    6. Muhammad Derrida
    7. Moch Ananda Putra Rivaldi
    8. Muhammad Neo Dwi Anugrah
    9. Elsa Anindya Rahma
    10. Vicky Febrian K.U
    11. Rafael Sulton Mahdi Andika Putra
    12. Rizka Ma’rifatussofia
    13. Muhammad Nur Akbar

    Tim yang diketuai Neo ini tampil dengan penuh percaya diri pada Minggu, 28 September 2025 di lokasi sekolah penyelenggara, yaitu SMA Negeri 1 Kembangbahu, Lamongan. Dengan kegigihan dalam berlatih, Kopasmuda eksis sebagai Juara 3 Mula dan pulang membawa piala serta sertifikat.

    Prestasi ini adalah bukti konkret bahwa mereka berhasil menunjukkan performa terbaik dihadapan juri dan penonton sekaligus bersaing dengan 19 tim dari berbagai sekolah SMP di Jawa Timur.

    “Latihan yang konsisten tentu akan membuahkan hasil, dan ini adalah hasil dari langkah itu. Semangat mereka luar biasa, antusias tinggi, kompak, dan punya tekad mau berkembang. Selamat untuk Kopasmuda, semoga bisa terus mencetak prestasi di kompetisi lainnya.” Ujar kepala sekolah.

    Bang Lian, selaku pembina, menegaskan, “Ini bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi ini adalah awal perjuangan-perjuangan selanjutnya.” Senada dengan itu, Neo sebagai pemimpin tim juga menambahkan bahwa menang itu hanyalah bonus, “Yang penting itu proses kita di setiap langkah maupun di setiap detik yang kita lewati.” lanjutnya.

    Tidak hanya terkungkung pada hasil, keikutsertaan dalam LKBB juga menjadi salah satu bentuk pembelajaran bagi tim. Mereka tidak hanya berlatih baris-berbaris, tetapi juga menumbuhkembangkan nilai-nilai kedisiplinan, kolaborasi, dan leadership yang sejalan dengan karakter paskibra.

    Selamat dan sukses untuk Kopasmuda, teruslah menginspirasi!

    Dokumentasi: Alfian Haris Budianto

  • Murid Spemdaba Antusias Sambut Program Makanan Bergizi Gratis

    [Gresik, 16 September 2025] – Perdana hadir di SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang, murid Spemdaba sangat antusias menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG bertujuan untuk memastikan setiap murid menerima asupan nutrisi yang memadai guna menunjang tumbuh kembang yang optimal dan menciptakan konsentrasi belajar melalui gizi seimbang.

    Jam istirahat kedua, setelah salat dhuhur, masing-masing murid mendapatkan satu porsi MBG menu hamburger dengan komposisi roti, keju, tempe, telur orak-arik, selada, tomat, dan buah anggur. Pelaksanaan kegiatan hari ini berlangsung dengan tertib yang dikoordinatori oleh Bu Lilik dan Bu Sylvi.

    “Menu hari ini tentunya sudah memenuhi standar gizi dari komposisinya yang lengkap. Namun, rasanya ada yang kurang karena menu hari ini belum dilengkapi dengan susu yang juga dinantikan anak-anak. Mereka sangat senang dengan adanya MBG. Totalnya ada 118 porsi MBG dari dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Babatan, Balongpanggang. Semoga kedepannya semakin baik dan selalu diberi kelancaran.” ujar Bu Lilik.

    Arraffa, ketua kelas VII-A, juga mengungkapkan rasa senangnya setelah menikmati MBG hari pertama.

    “Senang sekali bisa menikmati makanan bergizi di sekolah, biasanya hanya melihat di media sosial di sekolah-sekolah lain. Hari ini pertama kali menikmati MBG bersama teman-teman. Tidak sabar dengan menu-menu yang lain besok.” ungkapnya.

    Koordinator MBG Spemdaba, Bu Lilik, akan terus berupaya memastikan program ini dapat berjalan lancar di hari-hari berikutnya. Di dukung oleh semua guru dan tenaga kependidikan, sekolah berkomitmen untuk melakukan monitoring rutin agar pelaksanaan program ini sesuai dengan prosedur pemerintah.

    Resmi dimulainya program ini di Spemdaba, diharapkan calon generasi penerus bangsa dapat merasakan dampak nyata berupa peningkatan kesehatan yang berimbas pada kualitas fokus belajar serta terciptanya budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Murid tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara akademik maupun nonakademik untuk mendukung dalam mencapai potensi terbaiknya sesuai dengan kodrat alam dan zaman.

    Dokumentasi: Dwiki Ayu Pramudya

  • Peringati Maulid Nabi Muhammad saw. 1447 H, Spemdaba Hadirkan Nuansa Religius di Masjid Namira Lamongan

    Kegembiraan dan suasana religius menyatu di halaman sekolah pada Kamis (4/9/2025) sebelum keberangkatan menuju Masjid Namira. Salah satu agenda PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) di SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang adalah Maulid Nabi Muhammad saw. yang dilaksanakan rutin setiap tahun. Acara ini berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh makna mulai pukul 7.30 – 13.00 WIB yang bertujuan untuk menumbuhkan syukur atas nikmat Allah Swt., menegaskan kecintaan yang lebih mendalam kepada Rasulullah saw., serta mempererat ukhuwah di lingkungan sekolah.

    Berbeda dengan kultur sebelumnya, kali ini Spemdaba mengajak seluruh murid dan guru berkunjung ke Masjid Namira yang beralamat di Jalan Raya Mantup No. KM. 5, Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan, dengan mengendarai odong-odong atau kereta mini. Masjid ini tampil mewah dengan gaya arsitektur berkiblat Timur Tengah, yakni didukung dengan fasilitas yang mirip dengan Masjid Namirah yang berada di Arab Saudi. Lebih dari itu, keberadaan kiswah Ka’bah di dalam masjid juga menarik perhatian dengan kesan kemegahan yang berbeda dari masjid-masjid yang lain. Didatangkan langsung dari Masjidilharam, Arab Saudi, kiswah Ka’bah ditempel pada bagian dinding mihrab imam dengan pelindung kaca tebal sehingga tidak sembarangan dapat disentuh oleh pengunjung untuk menjaga keautentikannya.

    Murojaah surat Al-Adiyat hingga An-Nas mengalun merdu di dalam masjid yang dipandu oleh Ustazah Indah untuk mengawali kegiatan. Acara inti diisi dengan kajian motivasi islami yang disampaikan oleh Ustaz Muslikh. Beliau membawakan tema “Keteladanan sampai Akhir Hayat” dengan mempertegas bahwa peringatan Maulid Nabi adalah refleksi kelahiran insan termulia di muka bumi ini. Beliau pun menyampaikan sifat-sifat Rasulullah saw. yang seyogianya ditanamkan dalam diri setiap murid Spemdaba.

    Di sisi lain, seluruh dewan guru Spemdaba juga kompak mempersiapkan hadiah yang dibungkus kertas coklat sebagai bentuk apresiasi kepada murid yang aktif menjawab pertanyaan selama materi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi murid dalam serangkaian acara yang diikuti. Akbar, salah satu murid yang berhasil menjawab pertanyaan mengaku sangat senang dengan acara ini, “Kegiatan Maulid Nabi Muhammad saw. kali ini sangat-sangat menyenangkan dari awal kita berangkat naik odong-odong yang di situ terdapat teman-teman yang riang gembira dan bercanda tawa, kemudian kita mengaji bersama Ustaz Muslikh. Bertambah seru lagi ketika Bapak/Ibu guru membawa doorprize yang cukup banyak untuk murid yang berhasil menjawab. Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan satu. Acara ini menjadi hal penuh makna dan ilmu yang kita dapatkan dari kajian tersebut. Semoga acara ini rutin dilaksanakan dengan suasana yang lebih baru.” tuturnya.

    Melihat antusias guru dan murid Spemdaba, kepala sekolah, Abdul Rahman, turut bangga dan menegaskan komitmen sekolah untuk terus berinovasi menghadirkan kegiatan yang membawa kegembiraan sekaligus memperkuat pendidikan karakter, sejalan dengan motto Spemdaba: berprestasi, generasi islami, kreatif, dan mandiri. Selain itu, Alfian Haris Budianto, selaku kesiswaan, juga berharap setiap murid dapat memetik hikmah dari setiap kegiatan sekolah, “Suasana peringatan Maulid Nabi yang penuh kekhidmatan dan keceriaan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur serta mempererat ukhuwah di lingkungan sekolah.”

    Acara yang ditutup dengan makan nasi kuning bersama dan salat dhuhur berjamaah ini tidak hanya meninggalkan kesan meriah, tetapi juga mendalam dan penuh makna. Para murid diharapkan mampu menghidupkan nilai-nilai akhlak mulia Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat.

    (Dokumentasi: Alfian Haris Budianto)

  • Pashmina PDNA Gresik Menyapa Remaja Spemdaba: Menabur Benih Percaya Diri, Tumbuh lebih Tangguh

    Tumbuh kembang usia remaja menjadi atensi yang cukup serius bagi orang tua dan guru sebagai pendamping proses belajar anak. Masa remaja adalah fase penuh tantangan, mengingat karakter dan jati diri mereka mulai terbentuk. Menyadari hal itu, program Pashmina sangat relevan untuk membekali para murid agar siap menghadapi masa depan dengan penuh percaya diri. Sayyidah Nuriyah, S.Psi., seorang Motivator Pashmina PDNA (Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisiyah) Gresik sekaligus Ketua Departemen Pusintek PDNA Gresik menjadi pemateri di SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang pada Selasa, 26 Agustus 2025.

    Pashmina adalah singkatan dari Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah, yang merupakan program kerja dari organisasi Nasyiatul Aisyiyah (NA) untuk memberikan edukasi kesehatan, persiapan remaja, dan pemberdayaan masyarakat. Fokus program ini adalah memberikan edukasi kesehatan, persiapan masa remaja, dan pemberdayaan masyarakat. Pada kesempatan ini, sebanyak 15 orang pengurus dari PDNA dan PCNA serta didampingi oleh 2 orang dari puskesmas Balongpanggang turut hadir menyukseskan agenda Pashmina.

    Seminar menjadi acara inti yang disampaikan oleh Ibu Sayyidah Nuriyah, S.Psi. didampingi Ibu Nur Fadillah, S.Pd. sebagai moderator. Topik yang disampaikan sangat relevan dengan era digital yang saat ini akrab dengan remaja, yakni berjudul “Menjadi Remaja Percaya Diri dan Tangguh”. Pemateri berdialog interaktif dengan murid Spemdaba selama 30 menit dengan metode tanya jawab dan kuis sehingga murid juga sangat antusias dalam mencerna materi. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh murid kelas VII dan IX, sedangkan kelas VIII bertepatan dengan jadwal ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) 2025.

    Dalam pemaparannya, Sayyidah menjelaskan bahwa percaya diri berarti yakin pada kemampuan diri sendiri, sementara tangguh berarti mau bangkit dan mencoba kembali meski pernah gagal. Ia juga membagikan kiat-kiat agar remaja bisa tumbuh percaya diri dan tangguh, yaitu dengan mengenali potensi diri, berani mencoba, serta senantiasa berdoa dan bertawakal. “Remaja yang percaya diri dan tangguh bukanlah mereka yang sekadar ikut-ikutan, melainkan mereka yang berani memilih jalan kebenaran,” tegasnya.

    Setelah kegiatan seminar, murid Spemdaba diajak untuk mengunjungi lima pos kesehatan yang telah disiapkan. Pos pertama untuk mengukur tinggi badan dan berat badan, kedua mengukur tensi darah, ketiga cek gizi, keempat konsultasi psikologi, dan kelima pembagian kudapan.  Sebelum kegiatan tersebut dimulai, para murid terlebih dahulu mengonsumsi tablet tambah darah secara bersama. Bagi perempuan, tablet ini bermanfaat untuk menggantikan darah yang banyak hilang saat menstruasi, sementara bagi laki-laki berfungsi sebagai penambah zat besi untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

    Berkaca dari masifnya informasi di era ini, diharapkan remaja menjadi bijak dan selektif dalam mengakses media sosial. Mereka sangat akrab dengan informasi yang belum diketahui kebernarannya. Mengingat tidak semua informasi telah diberikan sesuai dengan fakta yang ada. Pemateri menuturkan, “Harapannya di era gempuran gadget dan media sosial yang luar biasa ini, remaja tidak terjebak dalam fenomena FOMO (fear of missing out) seperti ikut ikutan yang viral atau lainnya. Mereka harus percaya pada kemampuan diri sendiri,  tahu potensi yang ada pada diri sendiri, dan mau mencoba mengembangkan potensi yang ada serta tangguh/tidak mudah menyerah dalam kondisi sulit, karena mereka paham bahwa tugas manusia hanya berikhtiar untuk hasil sepenuhnya urusan Allah Swt. yang kita kenal dengan konsep berdoa dan bertawakal.” pungkasnya.

    Foto diambil oleh: Adila As Shahidah